Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional VI Tahun 2018

Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional VI Tahun 2018


Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah hadir langsung membuka kegiatan Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional VI Tahun 2018, di UPTD Balai Benih Tanaman Pangan Kabupaten Maros, 23 Oktober 2018.

Dalam sambutannya Nurdin Abdullah mengatakan kegiatan Gebyar Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Nasional sangat penting dilaksanakan.

“Kedepan saya kira melalui gebyar benih hari ini mari kita coba menentukan tentukan kabupaten kecil yang bisa dijadikan sebagai sumber benih. Pilih salah satu tempat, jangan semua dijadikan sebagai sumber benih,” katanya.

Bahkan kata dia, selama beberapa tahun Sulsel menjadi pengimpor benih terbesar.

“Dan saya kira ini salah satu terobosan Menteri Pertanian (Mentan) bagaimana kita bs mandiri benih. Karena benih menjadi salah satu pemicu peningkatan produksi,” ungkapnya.

Nurdin mencontohkan saat masih menjadi Bupati di Bantaeng mencanangkan benih berbasis teknologi.

“Saya 10 tahun jadi Bupati di Bantaeng. Periode pertama saya canangkan Bantaeng menuju Kabupaten benih berbasis teknologi. Karena benih punya nilai tambah dibanding produksi reguler,” jelasnya.

Tidak hanya benih pangan, kata dia, ia juga mengimbau agar dilakukan pencanangan benih tanaman hortikultura.

Salah satu varietas terbaru mata dia, varietas NA. Dimana varietas jagung ini benihnya dibawa dari Jepang.

“Varietas NA itu merupakan benih jagung manis. Ini jagung Indoensia tapi rasa Jepang, karena benihnya saya bawa dari Jepang empat tahun lalu. Dan rasanya beda memang dengan yang lain. Kalau cukup semua pengawas benih harus bawa pulang untuk di daerah masing-masing,” pungkasnya

Meski benih sudah bagus, kata dia, persoalan klasik hingga saat ini yakni waktu tanam bibit lambat dan pemupukan pupuk lambat.

“Jadi ini harus diperbaiki. Karena bagaimanapun bagusnya benih tapi jika tidak bisa dipersiapkan dengan baik semuanya percuma,” katanya

Distribusi pupuk yang kerap kurang bagus, membuatnya memiliki program membangun pabrik pupuk.

“Kita harusnya punya pabrik pupuk. Karena tidak sulit, bahan baku kita cukup. Semoga bisa kita wujudkan,” harapnya.

Sedangkan Bupati Maros, HM Hatta Rahman menyambut baik kegiatan gebyar benih VI yang digelar di Maros.

Menurutnya hal ini bisa dijadikan salah satu upaya peningkatan produksi pertanian, terutama untuk pangan.

Sementara Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Mohammad Takdir Mulyadi mengatakan salah satu tantangan pemerintah adalah untuk mencukupi kebutuhan pangan ditengah laju jumlah penduduk.

“Guna mencapai sasaran ini, strateginya dengan peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul bersertifikat. Jadi kegiatan ini sangat relevan dalam mewujudkan melalui pengenalan varietas baru,” ungkapnya.

Dia juga mengurai jika saat ini tengah memiliki 1000 an varietas unggul mulai dari varietas padi, jagung dan kedelai, serta kacang tanah dan kacang hijau.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat dan kalangan Forkopimda.


Leave a Reply

Kabar Terbaru

%d bloggers like this: