Potensi Pariwisata

Wilayah Kabupaten Maros merupakan salah satu kabupaten tempat tujuan wisata di Provinsi Sulawesi Selatan antara lain ; UPTD Rekreasi Bantimurung, Kolam Renang, Tempat Pra Sejarah (TPS) Leang-Leang. Lokasi dan obyek wisata di Kabupaten Maros cukup banyak, namun ketiga obyek wisata inilai yang memiliki jumlah pengunjung yang paling banyak dan merupakan sumber kontribusi bagi PAD.

Jumlah pengunjung kolam renang mengalami penurunan sekitar 5,06% dari 3.160 orang tahun 2006 menjadi 3.000 orang pada tahun 2007. Sedangkan untuk TPS Leang-Leang Bantimurung yang merupakan obyek wisata sejarah, jumlah pengunjungnya juga mengalami penurunan sebesar 32,45% dari 8.466 orang tahun 2006 menjadi 5.719 orang tahun 2007. Untuk obyek wisata alam Bantimurung jumlah pengunjungnya mengalami kenaikan sebesar 36,48% dari 441.839 orang tahun 2006 menjadi 603.017 orang tahun 2007.  untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 7-32.

Tabel 7-32.
Perkembangan Jumlah Pengunjung Pada Kolam renang Bantimurung, TPS Leang-Leang dan UPTD Rekreasi Bantimurung.
No. Lokasi Wisata / Rekreasi Jumlah Pengunjung (orang)
2003 2004 2005 2006 2007 2008
1 Kolam Renang Bantimurung 3.358 2.672 3.863 3.160 3.000 3.512
2 TPS Leang-Leang 3.634 4.030 6.633 8.466 5.719 5.892
3 UPTD Rekreasi Bantimurung 404.443 449.791 466.964 441.839 603.017 670.643
Jumlah 411.435 456.448 477.460 453.465 611.736 680.047

 

Kolam Renang Anak

Kolam Renang Anak

Tempat Rekreasi Keluarga

Tempat Rekreasi Keluarga

Permandian Air Terjun

Permandian Air Terjun

Dari tabel diatas terlihat bahwa jumlah pengunjung pada ketiga obyek wisata/rekreasi tersebut berfluktuasi. Pada TPS Leang-Leang pada tahun 2006 mengalami kenaikan dan dari tahun 2006-2007 mengalami penurunan. Sebaliknya Pada UPTD Bantimurung dari tahun 2005 mengalami penurunan jumlah pengunjung, namun tahun 2006-2007 mengalami kenaikan. Sedangkan Kolam Renang Bantimurung memang memperlihatkan mengalami penurunan, kecuali dari tahun 2004-2005.

Adapun pengunjung yang melakukan rekreasi/berwisata pada UPTD Rekreasi Bantimurung adalah umumnya wisata domestik, yakni sebanyak 600.865 orang dan turis sebanyak 2.152 orang tahun 2007. Jika dilihat dari perkembangan jumlah pengunjung untuk turis relatif berfluktuasi, meskipun pada tahun 2006-2007 mengalami kenaikan sebesar 28,17%. Sedangkan wisatawan domestik relatif mengalami peningkatan dan mengalami penurunan dari tahun 2004-2005. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 7-33.

Perkembangan Pengunjung Domestik dan Turis di UPTD Rekreasi Bantimurung di Kabupaten Maros 2003-2007
No. Tahun Domestik % Turis % Jumlah %
1 2007 600.865 36.51 2.152 28.17 603.017 36.48
2 2006 440.160 -5.48 1.679 32.41 441.839 -5.38
3 2005 465.696 3.54 1.268 -27.46 466.964 3.42
4 2004 449.791 12.94 1.748 48.89 451.539 13.04
5 2003 398.269 1.174 399.443

Sumber : BPS kab. Maros, 2008

Dari tabel diatas terlihat bahwa potensi UPTD Rekreasi Bantimurung masih menjadi barometer dalam pengembangan obyek wisata di Kabupaten Maros. Disamping letaknya yang dekat dengan Kota Makassar dengan aksesibilitas yang sangat tinggi menuju obyek wisata tersebut, lokasi ini juga sering digunakan untuk kegiatan acara. Oleh karena itu, pihak pengelolah telah mengembangkan dalam kawasan kolam renang untuk anak-anak dan beberapa jenis kegiatan lainnya. Meskipun jumlah pengunjung yang mengalami fluktuasi, namun pendapatan yang diperoleh mengalami peningkatan tiap tahunnya. Jika pada tahun 2008 diperoleh sesuai target pendapatan, maka peningkatan pendapatan dari UPTD Rekreasi Bantimurung ini rata-rata sebesar 41.48%. Perkembangan pendapatan dari UPTD Rekreasi Bantimurung, lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 7-34.
Perkembangan Penerimaan Retribusi Bantimurung tahun 2005-Juni 2008

No. Tahun Target Realisasi
1 2005 1.468.000.000 1.544.619.000
2 2006 1.878.450.000 2.220.065.700
3 2007 2.500.000.000 3.090.911.500
4 2008 3.200.000.000
Januari 94.043.700
Pebruari 55.288.500
Maret 152.487.400
April 152.401.900
Mei 301.932.700
Juni 466.413.600

Sumber : Tribun Timur, Edisi Kamis, 24 Juli 2008

Hasil penerimaan hingga bulan Juni 2008 baru mencapai Rp. 1,222,567,800, sehingga selisih dari target penerimaan tahun 2008 adalah sebesar Rp. 1,977,432,200. Jika dilihat dari selisih target dan penerimaan dari tahun 2005-2007 adalah rata-rata Rp. 336,382,067, maka kemungkinan hasil penerimaan hingga akhir tahun 2008 adalah sebesar Rp. 3,536,382,067. Perkiraan ini pada dasarnya adalah potensi penerimaan pengelolaan UPTD Bantimurung terhadap PAD.