
Maros_Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengevaluasi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Rapat Evaluasi PAD yang digelar di Ruang Marusu, Kantor Bupati Maros, Senin, 19 Oktober 2026.
Rapat yang dipimpin oleh Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam dan Wakil Bupati Maros A. Muetazim Mansyur beserta Sekretaris Daerah Kabupaten Maros A.Davied samsuddin dan jajaran Kepala OPD.
Dalam rapat tersebut terungkap, realisasi PAD Kabupaten Maros hingga September 2026 telah mencapai Rp285,5 miliar atau 82,23 persen dari target sebesar Rp347 miliar. Dengan capaian tersebut, Pemkab Maros masih harus mengumpulkan sekitar Rp61,5 miliar untuk memenuhi target PAD hingga akhir 2026.
Capaian pendapatan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terbilang tinggi. Bahkan, ada yang telah melampaui target yang ditetapkan.
Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga mencatat pendapatan sebesar Rp2,7 miliar atau 225 persen dari target Rp1,2 miliar.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga telah melampaui target. Pendapatan yang dihimpun mencapai Rp186 juta atau 186 persen dari target Rp100 juta.
Sementara itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros telah mengumpulkan sekitar Rp201 miliar atau 82 persen dari target Rp243 miliar.Meski demikian, capaian pendapatan di sejumlah OPD masih perlu ditingkatkan.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, misalnya, baru mencapai 46 persen dari target. Capaian yang sama juga dicatat Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Kopurindag). Selanjutnya, Dinas Perikanan mencatat realisasi sebesar 65 persen, sedangkan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, dan Permukiman (PUTRPP) mencapai 69 persen.
Selain pendapatan dari OPD, realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga September juga telah mencapai sekitar Rp34 miliar atau 72,47 persen dari target Rp47 miliar.
Namun, pembayaran PBB di sejumlah kecamatan masih tergolong rendah dibandingkan target yang ditetapkan.
Kecamatan Moncongloe menjadi salah satu wilayah dengan realisasi terendah. Hingga September, penerimaan PBB di kecamatan tersebut baru mencapai sekitar Rp1,7 miliar atau 37 persen dari target Rp4,6 miliar.
Di Kecamatan Tanralili, realisasi PBB mencapai Rp1,1 miliar atau 48 persen dari target Rp2,2 miliar.
Sementara Kecamatan Tompobulu baru mengumpulkan sekitar Rp938 juta atau 52 persen dari target Rp1,9 miliar.
Realisasi PBB di Kecamatan Maros Baru juga berada di kisaran 52 persen. Penerimaan yang terkumpul sekitar Rp433 juta dari target Rp908 juta.
Dengan capaian PAD yang telah mencapai 82,23 persen hingga September, Pemkab Maros masih memiliki selisih sekitar Rp61,5 miliar yang harus dipenuhi untuk mencapai target PAD 2026 sebesar Rp347 miliar. (DisKominfoSP)
Kabupaten Maros Website Resmi Kabupaten Maros