Pemkab Maros Dorong Rute Makassar-Manado Perkuat Ekonomi dan Pariwisata

MAROS -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menyambut pembukaan rute penerbangan baru Makassar-Manado yang dilayani maskapai TransNusa. Pemkab menilai tambahan konektivitas tersebut dapat membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, khususnya karena Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berada di wilayah Kabupaten Maros.

Rute yang menghubungkan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dengan Bandara Sam Ratulangi Manado itu resmi beroperasi melalui penerbangan perdana pada Senin (28/9/2026).

Bupati Maros Dr. H.A.S. Chaidir Syam mengatakan kehadiran rute baru tersebut dapat memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha dan sektor pariwisata.

“Yang paling utama, kita menganggap bahwa dengan penerbangan baru ini, TransNusa membuka jalur bagi pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan wisata,” kata Chaidir.

Menurut dia, konektivitas Makassar-Manado dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis. Selain itu, jalur tersebut dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata dengan menghubungkan berbagai destinasi wisata di kawasan Indonesia timur.

Bupati Maros mengungkapkan kawasan Geopark Maros-Pangkep di Sulawesi Selatan yang berpotensi dikoneksikan dengan sejumlah destinasi wisata di Manado hingga Raja Ampat melalui jaringan penerbangan.

“Jadi, mudah-mudahan dengan kehadiran ini bisa menambah wisatawan kita yang ada di Sulawesi Selatan pada khususnya,” ujarnya.

Pembukaan rute tersebut dinilai semakin strategis bagi Maros karena Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang menjadi pintu masuk dan keluar penumpang di kawasan Sulawesi Selatan berada di wilayah administrasi Kabupaten Maros.

Dari sisi konektivitas, rute Makassar-Manado juga memberikan tambahan pilihan perjalanan bagi masyarakat, pelaku usaha, aparatur sipil negara (ASN), hingga pekerja badan usaha milik negara (BUMN) yang memiliki kepentingan perjalanan antarkota.

Direktur Utama sekaligus Executive Vice President PT TransNusa Aviation Mandiri Bayu Sutanto mengatakan, penerbangan Makassar-Manado untuk sementara dilayani satu kali sehari.

Frekuensi penerbangan akan ditambah menjadi dua kali sehari mulai 10 Oktober 2026.

“Pada awalnya sampai tanggal 9 kita masih satu kali penerbangan, tetapi mulai tanggal 10 TransNusa melayani dua penerbangan, pagi dan sore hari,” kata Bayu.

Ia menjelaskan, penerbangan dari Manado dijadwalkan berangkat pukul 07.30 WITA dan tiba di Makassar pukul 08.30 WITA. Pesawat kemudian kembali menuju Manado pada pukul 09.00 WITA.

Sementara itu, penerbangan sore dari Manado dijadwalkan berangkat sekitar pukul 15.30 WITA.

Dengan tambahan frekuensi tersebut, penumpang dari Makassar maupun Manado memiliki lebih banyak pilihan waktu perjalanan.

Bayu mengatakan rute tersebut menyasar sejumlah kelompok pengguna jasa, termasuk pelaku bisnis, ASN, dan pekerja BUMN yang membutuhkan perjalanan singkat antarkota.

“Bisa berangkat pagi, pulang sore hari. Bagi beberapa kawan ASN atau BUMN yang ada rapat di Manado dan rapatnya hanya setengah hari, itu membantu sekali,” ujarnya.

Selain perjalanan bisnis, TransNusa melihat peluang dari sektor pariwisata. Makassar dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu hub penerbangan di kawasan Indonesia timur, sedangkan Manado merupakan salah satu pintu masuk wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

Bayu berharap konektivitas baru tersebut dapat meningkatkan pergerakan wisatawan dari Manado ke Sulawesi Selatan maupun sebaliknya.

“Tujuan utamanya adalah membawa semakin banyak turis, wisatawan mancanegara yang masuk melalui Manado maupun melalui Bali,” katanya.

Pada penerbangan perdana, TransNusa mengangkut 68 penumpang dari Manado. Tingkat keterisian atau load factor penerbangan tersebut mencapai lebih dari 70 persen.

Bayu menilai tingkat keterisian tersebut menjadi capaian awal yang positif. Ia berharap jumlah penumpang terus meningkat sehingga frekuensi penerbangan dapat kembali ditambah pada masa mendatang.

Penerbangan perdana tersebut menggunakan pesawat COMAC C919 dengan kapasitas sekitar 95 penumpang. TransNusa menawarkan tiket rute tersebut dengan harga mulai Rp1,8 juta hingga Desember 2026.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Ruly Artha mengatakan TransNusa menjadi maskapai ketiga yang melayani rute Makassar-Manado. Sebelumnya, rute tersebut telah dilayani Lion Air dan Batik Air.

Menurut Ruly, rute Makassar-Manado memiliki potensi karena Makassar merupakan salah satu hub utama penerbangan di Indonesia timur. Sementara itu, Manado memiliki sektor pariwisata yang berkembang dan menjadi salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara melalui penerbangan langsung dari sejumlah negara.

“Makassar memiliki peran penting sebagai penghubung warga negara asing yang akan masuk melalui Manado ke Sulawesi Selatan,” katanya. (DisKominf SP)

Baca Juga

Antisipasi Dampak Kekeringan, Pemkab Maros Kerahkan 16 Armada Tangki Air Bersih

MAROS- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros bergerak cepat menanggulangi krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Plustoto4d