Maros – Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan menyiapkan sekitar 8.000 hektar lahan hutan tanaman rakyat (HTR). Warga yang bermukim di sekitar hutan bisa memanfaatkan lahan tersebut bahkan hingga 90 tahun lamanya.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Maros M Nurdin mengatakan, HTR adalah program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk di sekitar hutan.
“Kami meminjamkan lahan tersebut pada penduduk di sekitar hutan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Kami berharap HTR ini mampu mengurangi pembalakan hutan,” katanya, Kamis (4/4/2013).
Karena lahan telah tersedia, ia berharap tidak ada lagi warga Maros merantau keluar negeri karena beralasan tidak mempunyai lahan untuk digarap. HTR ini tersebar di Tompobulu, Camba, Mallawa, dan Cenrana.
Setiap kepala keluarga akan diberikan kesempatan mengolah 15 hektar HTR dari total 8.000 hektar yang tersedia.
“Pemohon bisa bersurat ke Bupati Maros untuk memanfaatkan lahan tersebut,” ujarnya.
Selain itu, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Maros juga menyiapkan program kebun bibit raykat (KBR). Program ini digelar untuk merehabilitasi hutan dan lahan. Dinas kehutanan mempersilakan kelompok tani di Maros mengajukan proposal untuk mengelola KBR tersebut. (Alim)