Breaking News
Home / Headline / Cuaca Masih Ekstrim, Kepala Station Klimatologi Kelas 1 Maros Minta Warga Waspadai Potensi Api

Cuaca Masih Ekstrim, Kepala Station Klimatologi Kelas 1 Maros Minta Warga Waspadai Potensi Api

MAROS – Cuaca panas yang mencapai 38,2 derajat celcius minggu kemarin yang melanda wilayah Sulsel di pantai Barat mulai dari Pare-pare hingga daerah selatan. Kondisi masih akan diikuti dengan cuaca ekstrem di hari-hari mendatang. Bahkan berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Station Klimatologi Kelas 1 Maros, suhu panas masih akan melanda hingga dasarian kedua bulan November mendatang.

Kepala Station Klimatologi Kelas 1 Maros, Hartanto menyebutkan, di cuaca ekstrem ini, suhu udara akan mencapai 36 derajat celcius. Ini merupakan suhu tertinggi , sehingga masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap kebakaran. 

Menyinggung mengenai penyebab terjadinya cuaca ekstrem ini, Hartanto menuturkan, berdasarkan pantauan Station Klimatologi, saat ini tidak ada tutupan awan yang berarti, sehingga matahari langsung mengenai bumi. Selain itu, angin timuran cukup menguat. Angin timuran yang cukup kering dan meluas ini menuruni lereng  gunung lompobattang menyebabkan kecenderungan meningkatkan suhu di Maros dan sekitarnya.

“Beberapa pekan ke depan, kita masih memperkirakan suhu ini masih akan bertahan dan mencapai hingga 36 derajat celcius. Mengingat potensi hujan baru akan terjadi pada akhir bulan november,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebelumnya, suhu 38,2 derajat ini merupakan suhu tertinggi yang pernah terjadi Station Klimatologi. Tercatat mulai dari tahun 1985. Suhu tertinggi di Sulsel itu mencapai 39 derajat. Hanya saja kata dia, suhu tersebut dipicu oleh badai elnino yang terjadi di bagian lain. Namun kali ini suhu tinggi di Sulsel sama sekali tidak diikuti oleh badai elnino. Sehingga potensi-potensi suhu panas di atas 35 derajat celcius masih akan terus terjadi dan harus diwaspadai. Masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi api. Mengingat angin yang berhembus kencang dan kering, serta kelembaban dibawah 50 persen.

“Warga diminta untuk mewaspadai potensi api. Cuaca bukan penyebab kebakaran, tapi akan mempercepat proses kebakaran, dan akan memperlambat pemadaman. Sehingga harus diwaspadai,” jelasnya. Tak hanya itu, dia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan.

Check Also

Kurun 3 hari, Maros Sabet 2 Penghargaan Prestisius

sumber foto: Najmi Maros – Bersama sejumlah Kepala Daerah lainnya, Bupati Maros HM Hatta Rahman …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *