Pemkab Maros Serius Tangani Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Pemkab Maros Serius Tangani Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Pemkab Maros saat ini serius dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Saat ini Maros sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Layak Anak dan Perda Sistem Perlindungan Anak yang masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2018.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Maros H.A Harmil Mattotorang saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Baruga B Kantor Bupati Maros, Senin (27/11/2017).

“Kita berharap, dengan adanya berbagai aturan ini maka kedepannya Maros pun sudah bisa menjadi Kabupaten Layak Anak,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) Kabupaten Maros Muh Idrus mengatakan, pada tahun 2017, pihak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak atau P2TP2A Maros menangani 51 kasus kekerasan perempuan dan anak.

“Jumlah ini meningkat sangat signifikan, hal itu menunjukkan kesadaran masyarakat untuk memberikan aduan terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak. Apalagi P2TP2A Maros sudah dapat dihubungi melalui nomor 082112934221,” jelasnya.

Dalam Bimtek ini, salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah kasus orang tua yang tega mencabuli anaknya selama kurang lebih 20 tahun. Kasus yang terjadi di Kecamatan Mandai ini baru beberapa hari lalu terungkap.

Muh Idrus mengakui hal ini menjadi catatan penting bagi pihaknya karena saat ini masih banyak masyarakat kita yang masih berpikir tiap kekerasan dalam keluarga itu masih menjadi urusan keluarga yang bersangkutan.

“Sehingga kasus seperti ini tidak terpantau. Untuk mengatasinya, kita meminta peran serta masyarakat karena dibutuhkan kerjasama berbagai pihak untuk segera melaporkan jika menemukan bentuk tindakan kekerasan dalam keluarga,” ujarnya.

Ditambahkannya, melalui Bimtek ini pihaknya berharap masyarakat melalui organisasi yang hadir selaku peserta dapat bertukar informasi terkait masalah dan kasus kekerasan perempuan dan anak. Bimtek ini menghadirkan narasumber aktivis perempuan Lusia Palulungan. (*)

Tags: Perempuan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Terbaru