Pelatihan bagi Pelatih Peningkatan SDM Pendamping Korban KDRT

Pelatihan bagi Pelatih Peningkatan SDM Pendamping Korban KDRT

MAROS-Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melaksanakan Pelatihan bagi Pelatih (TOT) Peningkatan Sumber Daya Manusia Pelayanan dan Pendampingan Korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian pemerintah Kab Maros terhadap kekerasan dalam rumah tangga yang akhir-akhir ini semakin meningkat, hal ini didasari banyaknya laporan yg masuk pada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Selain itu KDRT sering mewarnai media massa, baik itu dimuat melalui media cetak, online maupun televisi. Bahkan di tengah-tengah masyarakat sering dijumpai perempuan dan anak yg menjadi korban kekerasan.

Pelatihan ini bertujuan Untuk memberikan pemahaman kpd OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, RSUD, Badan Pengendalian Penduduk dan KB, Inspektorat, Kementerian Agama, Bagian Hukum Setda, PKK, Polsek, Puskesmas, Dharma Wanita, LBH, Pekerja Sosial, Kelompok Konstituen dan Kelompok Para Legal yang merupakan pendamping korban KDRT di Desa/Kelurahan dalam memberikan pelayanan korban KDRT dan diharapkan bisa saling bersinergi untuk penanganan dan pendampingan KDRT.

Selain itu kegiatan ini juga sebagai upaya penyebarluasan informasi tentang kekerasan dalam rmh tangga dan sebagai upaya untuk menambah wawasan bagi kader pendamping tentang pencatatan dan pelaporan korban KDRT.

Narasumber kegiatan ini yaitu Wakil Bupati Maros, Kajari, Kanit PPA Satreskrim Polres Maros, Ketua TP.PKK Kab. Maros, Kadis Kesehatan Kab. Maros, Kadis PPPA Kab. Maros, LBH Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan (APIK) Makassar, Yayasan MAMPU BaKTI Makassar.

Beberapa hal yang menjadi kendala dalam penanganan KDRT di Kabupaten Maros adalah belum ada tenaga psikolog dan pendamping hukum, belum tersedia rumah aman / shelter sehingga korban kekerasan di titip di rumah singgah Dinsos.

Dinas PPPA berharap untuk peningkatan kualitas layanan KDRT serta permasalahan perempuan dan anak dengan membentuk Pusat Layanan Terpadu Satu Atap dengan melibatkan semua lembaga layanan, lembaga masyarakat dan instansi terkait sehingga penanganan aduan bisa lebih komprehensif untuk pendampingan dan pemulihan korban.

Kegiatan dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 2-3 Agustus 2017, bertempat Baruga B kantor Bupati Maros.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Terbaru