Pemkab Maros Gelar Tudang Sipulung untuk Tentukan Masa Tanam

Pemkab Maros Gelar Tudang Sipulung untuk Tentukan Masa Tanam

Pemkab Maros melalui Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan menggelar Musyawarah Tudang Sipulung di Gedung Serbaguna Maros, Selasa (8/11/2016).

Kegiatan ini merupakan musyawarah bersama untuk mempertemukan pendapat atau tukar menukar informasi antara petani dan pemerintah dengan tujuan memperoleh kesepakatan tentang penyelenggaraan pembangunan pertanian dan kebijakan pemerintah dalam menyikapi permasalahan yang dihadapi petani di Maros.

Dalam Tudang Sipulung yang diikuti para kelompok tani ini dirumuskan waktu kapan turun ke sawah, jadwal hambur benih, jadwal tanam, varietas bibit yang cocok ditanam dan rencana pertanian dan perikanan yang akan dilaksanakan.

Bupati Maros HM Hatta Rahman dalam kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa Pemkab Maros berupaya maksimal melakukan peningkatan pertanian dan produksi pertanian. Saat ini posisi Maros untuk produksi pertanian berada pada urutan kedua di Sulsel setelah Pinrang dengan luas areal persawahan Maros sekitar 26 ribu hektar.

“Ini tentu membuat Pemkab Maros terus berupaya meningkatkan produksi pertanian agar dapat berkontribusi mempertahankan swasembada pangan di Sulsel,” ujarnya

Selain itu, adanya Kantor Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) di Maros memudahkan untuk bekerjasama mendapatkan informasi prediksi cuaca sehingga dapat menentukan kapan waktu terbaik menyebar benih ataupun menanam.

Sebelum digelar tudang sipulung tingkat kabupaten, telah dilaksanakan tudang sipulung tingkat kecamatan dan menyepakati beberapa hal untuk musim tanam 2016 dan 2017 mendatang.

Hasil tudang sipulung tingkat kecamatan itu menyepakati waktu hambur benih, yakni pada pekan I November sampai pekan kedua Desember yang meliputi Kecamatan Bantimurung, Simbang, Turikale, Maros Baru, lau, Bontoa, Marusu, Mandai, Moncongloe, Tompobulu dan Tanralili,” ujarnya.

Dalam acara ini juga dipajang beragam produk pertanian asal Maros, diantaranya beras organil, beras merah, cabai, bawang, kacang, kedelai dan sejumlah produk olahan ikan hasil kerajinan wanita tani. (Humas Maros)

Tags: Holtikultura


Leave a Reply

Kabar Terbaru