Kabupaten Maros Raih Penghargaan Pelestarian Cagar Budaya

Kabupaten Maros Raih Penghargaan Pelestarian Cagar Budaya

Kabupaten Maros kembali meraih penghargaan, kali ini terkait cagar budaya. Penghargaan tersebut diserahkan pada ajang Archaeological Partnerships Expose (APEx) di Kabupaten Soppeng.

Penghargaan ini sebagai apresiasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional atas upaya Pemkab Maros dalam pelestarian dan pemanfaatan cagar budaya sebagai potensi ekonomi.

Penghargaan diserahkan oleh Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Made Geria kepada Bupati Maros HM Hatta Rahman yang diwakili oleh Wakil Bupati Maros HA Harmil Mattotorang, Senin lalu.

Kepala Balai Arkeologi Sulawesi Selatan M Irfan Mahmud saat penyerahan penghargaan tersebut mengatakan, Maros adalah salah satu kabupaten dan kota di Sulsel yang kaya akan potensi peninggalan cagar budaya dan bereputasi dunia. Cagar budaya tersebut sangat penting bagi ilmu pengetahuan. Selama ini Pemkab Maros sangat peduli dalam pelestarian cagar budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Maros Rahmat Burhanuddin mengatakan, setiap tiap tahun Pemkab Maros menganggarkan kegiatan perlindungan situs purbakala, sosialisasi cagar budaya, pembentukan tim registrasi cagar budaya, pembentukan tim ahli cagar budaya dan pendirian museum daerah.

“Hal itulah yang diapresiasi oleh pihak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional,” ujarnya Rabu (28/9/2016).

Ditambahkannya, yang paling membanggakan adalah Maros memiliki situs Leang Timpuseng yang di dalamnya terdapat lukisan stensil tangan tertua di dunia dengan usia sekira 39.900 tahun. Usia lukisan stensil tangan tersebut lebih tua dari lukisan sama yang dianggap sebagai yang tertua sebelumnya, yaitu stensil tangan berusia 37.300 tahun di El Castillo Spanyol.

APEx atau pagelaran kemitraan arkeologi diinisiasi oleh Balai Arkeologi Sulawesi Selatan yang berlansung pada 26-29 September di Kabupaten Soppeng. (*)

Tags: Penghargaan, Prestasi, Seni Budaya


Leave a Reply

Kabar Terbaru