Maros Jadi Percontohan Nasional Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Maros Jadi Percontohan Nasional Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (ULP) Kabupaten Maros kembali menjadi percontohan nasional oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) bersama Millennium Challenge Account-Indonesia (MCA-Indonesia).

Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman Program Modernisasi Pengadaan Fase 2 oleh Bupati Maros HM Hatta Rahman di Jakarta pada 14 April lalu.

Modernisasi pengadaan ini dirancang untuk membantu pemerintah Indonesia mereformasi pengadaan publik. Kegiatan modernisasi pengadaan bersifat inovatif dan holistik untuk memperkuat pengadaan publik di Indonesia.

Bupati Maros HM Hatta Rahman mengaku bersyukur karena Maros mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat untuk pelaksanaan lelang barang dan jasa.

“Kepercayaan ini tidak terlepas dari komitmen kita dalam pelelangan barang dan jasa secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Sementara Kepala ULP Maros, Alfian Amri mengatakan, sistim pengadaan Maros dinilai berdasarkan kinerja dan komitmen berdasarkan pengelolaan pengadaan barang dan jasa.

“ULP Maros satu-satunya daerah di Sulsel yang lolos untuk tahapan program modernisasi pengadaan ke fase kedua. Hanya ada 15 daerah di Indonesia termasuk Maros yang ikut fase kedua ini,” katanya.

Untuk diketahui, tahun 2015 lalu, ULP Maros meraih predikat Center of Excellence dari LKPP. Penghargaan ini diberikan atas prestasi Maros dalam pengelolaan barang dan jasa khususnya dalam penerapan transparansi dan akuntabilitas berdasarkan Inpres nomor 2 tahun 2012. (*)

Tags: Nasional, Penghargaan


Leave a Reply

Kabar Terbaru