Piala Adipura Ketiga Kebanggaan Masyarakat Maros

Piala Adipura Ketiga Kebanggaan Masyarakat Maros

Maros — Piala Adipura tiba di Maros. Ketua DPRD Maros H.A.S Chaidir Syam, Kepala SKPD bersama puluhan staf Pemkab Maros menjemput Piala Adipura yang dibawa oleh Penjabat Bupati Maros H Andi Herry Iskandar dari Jakarta, Selasa (24/11/2015).

Setiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Penjabat Bupati Maros bersama Ketua DPRD dan Dara Daeng Maros kemudian mengarak Piala Adipura ketiga ini keliling Maros.

Ratusan siswa SD dan SMP telah menanti di jalan-jalan protokol dengan membawa bendera merah putih menyambut arak-arakan ini. Ada pula pasukan berkuda yang mengiringi arak-arakan ini.

Usai arak-arakan Piala Adipura, Andi Herry mengaku bangga dengan hasil yang diperoleh Maros. Apalagi ini adalah penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup dan kebersihan.

“Saya sangat bangga, apalagi ini adalah piala ketiga. Tentu tak mudah mempertahankan, apalagi banyak daerah lain yang gagal mempertahankan,” ujarnya disambut tepuk tangan ratusan PNS dan petugas kebersihan.

Apresiasi khusus diberikan Andi Herry kepada ratusan petugas kebersihan. Menurutnya, tanpa kerja keras dari pagi hingga tengah malam dari petugas kebersihan, Piala Adipura tidak akan singgah di Maros.

“Selain itu Piala Adipura tiga kali berturut-turut ini membuktikan masyarakat Maros semakin sadar akan pentingnya kebersihan,” paparnya.

Sementara H.A.S Chaidir Syam menyampaikan, bahwa diraihnya Piala Adipura untuk ketiga kalinya ini menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakat Maros. Sebab Adipura menjadi lambang supremasi tertinggi bidang kebersihan kota.

“Kami mengapresiasi kinerja petugas kebersihan, aparat Pemkab Maros dan partisipasi masyarakat dalam meraih Piala Adipura ketiga ini, sebagai bukti kerja keras dalam menjaga dan memelihara kebersihan,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Maros Andi David Syamsuddin menuturkan tahun ini tim dari KLH lebih selektif dalam menilai Adipura.

Penilaiannya pun lebih mendalam, apalagi ada sekitar 60 titik pantau dengan indikator penilaian dan titik pantau seperti TPA (Tempat Pembuangan Akhir), tempat pengolahan sampah terpadu dan sungai. (Humas/Ilham)

Tags: Nasional, Penghargaan, Prestasi


    A. Waris / Reply

    pak kadis kebersihan YTH…kenapa beberapa bulan ini pengambilan sampah di jalan2 tidak tiap hari lagi? sampah2 biasa bermalam hingga 3 hari baru diangkut, hal ini tentu saja mengganggu pemandangan dan kesehatan masyarakat.Jangan nanti kalo mau penilaian adipura baru bergerak semua.

Leave a Reply

Kabar Terbaru