Bupati Maros Akan Lindungi Gua Lukisan Tertua

Bupati Maros Akan Lindungi Gua Lukisan Tertua

Maros – Pasca ditetapkannya sejumlah lukisan purba yang terdapat di dalam gua-gua di Kabupaten Maros sebagai lukisan gua tertua di dunia oleh Pusat Arkeologi Nasional beberapa waktu lalu di Jakarta, Bupati Maros HM Hatta Rahman menyebutkan segera membuat perlindungan terhadap penemuan tersebut.

Bupati Maros HM Hatta Rahman jumpa pers di depan Leang Bulu Bettue. (Foto: Alim)

Hal itu disampaikanya saat berkunjung ke Leang Bulu Bettue Lingkungan Tompobalang Kelurahan Kalabirang Kecamatan Bantimurung bersama Ketua DPRD Maros A.S Chaidir Syam, Muspida dan pejabat Maros lainnya, Senin (13/10/2014) kemarin.

“Kita akan buat peraturan daerah sebagai salah satu bentuk perlindungan,” katanya.

Dalam kunjungan ini Bupati Maros didampingi Ketua Arkeolog Pusat Ilmu Arkeologi Universitas Wollongong Australia, Adam Brumm, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Makassar, Andi Muh Said, Arkeolog BPCB Makassar, Muhammad Ramli, Balai Arkeologi Makassar, I Gusti Made Sudarmika dan Dosen Arkeolog Universitas Hasanuddin, Iwan Sumantri.

Diketahui, lukisan stensil tangan di Leang Timpuseng, kawasan karst Maros, Sulawesi, dinobatkan sebagai seni cadas tertua di dunia. Lukisan itu lebih tua dari stensil tangan di El Castillo berusia 37.300 tahun yang sebelumnya dianggap sebagai yang tertua.

Dalam riset hingga tahun lalu, tim arkeolog menggunakan metode penanggalan uranium-thorium. Cara ini dinyatakan lebih akurat dari penanggalan karbon, dilakukan dengan mengukur perbandingan isotop uranium dan thorium.

Tim arkeolog mengambil sampel deposit kalsit di permukaan goa atau yang secara populer disebut “berondong gua”. Deposit ini menutupi sebagian lukisan gua. Dengan menganalisis lapisan-lapisannya, arkeolog bisa memerkirakan usia lukisan.

Sejumlah 19 sampel berondong gua diambil dari 7 gua di kawasan karst Maros. Sampel itu berasosiasi dengan 14 lukisan gua, terdiri dari 12 lukisan stensil tangan dan 2 lukisan figur hewan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seni cadas di gua kawasan Maros berusia antara 17.400 – 39.900 tahun. (Ilham)

Tags: Nasional


Leave a Reply

Kabar Terbaru