Maros Siap Jadi Sentra Produksi Kedelai

Maros Siap Jadi Sentra Produksi Kedelai

Maros – Tingginya harga kedelai membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros memikirkan  membuat pembibitan kedelai sendiri. Pasalnya bibit yang diolah masyarakat adalah bibit yang dibeli di pasar dengan kualitas yang biasa-biasa saja. Ini dilakukan agar Maros yang selama ini dikenal sebagai sentra padi bisa menopang kebutuhan kedelai Sulsel bahkan nasional.

Bupati Maros HM Hatta Rahman didampingi anggota DPRD Maros Zainal Dalle dan Kepala Dinas Pertanian Maros Burhanuddin di Kebun Kedelai Maros. (Humas Pemkab Maros)

“Selama ini Maros tidak dikenal sebagai sentra penghasil kacang kedelai. Meski begitu, produksi kedelai lokal sedikitnya dapat memenuhi kebutuhan pengrajin tahu dan tempe di Maros,” kata Bupati Maros HM Hatta Rahman saat meninjau tanaman kedelai di dusun Tana Lompo, Desa Sambueja, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Kamis (5/9/2013).

Pemkab Maros akan mengupayakan peningkatan produksi kedelai dengan perbaikan benih kedelai untuk petani. Saat ini satu hektare menghasilkan satu ton kedelai.

“Ke depan Pemkab Maros akan membuat sentra penangkaran benih kedelai untuk penyediaan benih unggul sehingga benih kedelai petani dapat lebih berkualitas. Dengan benih berkualitas baik kemudian jaringan irigasi baik diharapkan produksi kedelai di Maros juga meningkat, ” paparnya.

Selain itu, Pemkab Maros juga akan menambah  lahan tanaman kedelai seluas 1000 hektar. Saat ini luas lahan tanaman kedelai di Maros 5 ribu hektare.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Maros Burhanuddin mengatakan, petani kedelai di Maros terpaksa membeli benih kedelai sendiri di pasar karena benih kedelai subsidi dari pusat terlambat tiba. Akibatnya produktivitas kedelai petani rendah karena hanya menanam kedelai bibit lokal.

“Agar kita tidak berharap pada bantuan subsidi dari pusat, rencananya pemerintah akan membuat sentra penangkaran kedelai di pusat pembibitan kita di Kecamatan Simbang,”  jelasnya.

Salah satu petani kedelai di Desa Sambueja, Tombong, mengaku menjual kedelai Rp 6.500 per kg ke pedagang. Dia mengatakan tiap satu hektare kedelai menghasilkan sekitar satu ton kedelai. (Alim/Alfi)

Tags: Holtikultura


Leave a Reply

Kabar Terbaru