23 Desa di Maros Serentak Pilkades

23 Desa di Maros Serentak Pilkades

Suasana Pilkades di Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Maros. (Foto: Ist.)

Maros – Sebanyak 23 desa serentak menggelar pesta demokrasi di Maros (Minggu 5/5/2013) kemarin.

Ke-23 desa yang menggelar pemilihan kepala desa secara langsung itu adalah Desa Lekopancing di Kecamatan Tanralili.

Desa Bontomatenne dan Tenrigangkae di Kecamatan Mandai. Desa Bontomatene, Marumpa, Nisombalia dan Temmapadduae di Kecamatan Marusu.

Desa Wanawaru, Batuputih dan Samaenre di Kecamatan Mallawa. Desa Lebbotengae, Cenrana Baru, Rompegading dan Laiya di Kecamatan Cenrana.

Desa Simbang, Samangki, Sambuaeja, Jenetaesa dan Simbang di Kecamatan Simbang. Desa Mattoanging dan Tukamasea di Kecamatan Bantimurung. Desa Mattirotasi dan Borikamase di Kecamatan Maros Baru. Juga Desa Tunikamaseang di Kecamatan Bontoa.

Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa (APDESI) Kabupaten Maros Abdul Azis menilai pelaksanaan Pilkades ini berjalan tertib dan aman. Meski satu desa terpaksa menunda Pilkades, yakni Temmapadduae di Kecamatan Marusu. Penundaan disebabkan misskomunikasi antara panitia dan salah satu calon.

“Secara umum, dari pantauan langsung kami, Pilkades berjalan dengan baik, tertib dan aman. Kami berharap para kades yang terpilih dapat bekerja dengan baik, membangun sinergi dengan pemerintah Kabupaten Maros,” paparnya, Senin (6/5/2013). (Alfi/Ilo)

Tags: Kades


    Fuad Mawazi / Reply

    Saya menilai pemilihan Kepala Desa Bonto Mate’ne kec. Mandai panitia tidak independent dan berpihak pada calon incumbent. Hal ini terbukti banyaknya ketidak adilan yang dilakukan oleh panitia antara lain : 1. Ketua panitia menanda tangani kertas suara sebanyak ± 300 lembar satu hari sebelum pencoblosan.
    2. Adanya pemilih dari luar yang diambil oleh calon No urut 2 yang berasal dari pannampu yang berhasil di loloskan oleh panitia untuk memilih 2 kali.
    3. Adanya permainan panitia dalam menyebutkan surat panggilan pemilih yang dikumpulkan ke panitia tidak berdasarkan urutan tetapi dipilah2 oleh panitia yang merupakan pendukung calon No. Urut 2 di dahulukan walaupun ia di belakang datang.
    4. Adanya surat undangan yang ditulis dan dibagikan di lokasi pencoblosan pada saat pemilihan sedang berlangsung hal ini dilakukan oleh anak dari kepala dusun Bonto ramba.
    Kami masyarakat bonto mate’ne kec. Mandai mengharapkan agar pemerintah dapat membatalakan pemilihan ulang dan mendiskualifikasi calon no. Urut 2.

    Fuad Mawazi / Reply

    Kami masyarakat Bonto Mate’ne Kec. Mandai hanya mengharapkan ketegasan dan keadilan dalam melihat persoalan Pemilihan Kepala Desa yang betul2 meninggalkan banyak pelanggaran yang fatal yang dilakukan oleh Panitia.

Leave a Reply

Kabar Terbaru