Dinas Pertanian Maros Gandeng JICA Olah Cabai Tanralili

Dinas Pertanian Maros Gandeng JICA Olah Cabai Tanralili

Bupati Maros HM Hatta Rahman memperhatikan produksi cabai petani Tanralili dalam sebuah pameran holtikultura beberapa waktu lalu. (Foto: Ilo)

Maros – Dinas Pertanian Kabupaten Maros sedang melakukan pendekatan pada Japan International Cooperation Agency (JICA) agar memberikan bantuan teknis pada petani untuk mengembangkan cabai di Kecamatan Tanralili.

“Saat ini kami sedang melakukan pendekatan pada JICA agar mereka mau memberikan pendampingan teknis pada petani cabai di Tanralili,” kata Kadis Pertanian Pemkab Maros Burhanuddin, Jumat (5/4/2012).

Ia berharap, usai pendampingan dari JICA, kualitas cabai Maros akan meningkat dan bisa diekspor ke Jepang. JICA adalah organisasi pemerintah Jepang yang mempunyai fungsi utama untuk melakukan kerjasama teknis dengan negara-negara berkembang melalui bantuan hibah (grant assistance).

“Cabai kita ini mempunyai kualitas ekspor karena dikembangkan secara organik. Ukuran dan bobot cabai juga lebih besar jika dibandingkan dengan ukuran cabai lainnya,” katanya.

Bupati Maros HM Hatta Rahman membuat program satu wilayah satu komoditas unggulan. Kecamatan Tanralili mengembangkan cabai sebagai komoditas unggulan. Luas area tanaman cabai sekitar 180 hektar.

Tanaman cabai tersebut dikerjakan oleh 300-400 petani yang berasal dari delapan kelompok tani. Selain menanam cabai, mereka juga ikut memupuknya menggunakan pupuk organik buatan mereka sendiri yang terbuat dari kotoran dan air seni sapi.

Sebelumnya, petani tersebut pernah dididik oleh Bank Indonesia untuk mendukung program pengembangkan klaster cabe nasional.

Bukan hanya cabai yang menjadi prioritas distan. Mereka juga akan memperbaiki jaringan irigasi sepanjang 5.000 hektar yang tersebar di 14 kecamatan. (Alim)

Tags: Holtikultura


Leave a Reply

Kabar Terbaru