Bupati Maros: Piala Adipura Bukan yang Utama

Bupati Maros: Piala Adipura Bukan yang Utama

Maros – Bupati Maros HM Hatta Rahman akan memberikan sanksi pada lurah dan camat di Maros bila tidak menjaga kebersihan lingkungannya. Selain untuk mendapatkan Piala Adipura, menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi kebiasaan masyarakat.

Bupati Maros HM Hatta Rahman mengamati kerajinan berbahan dasar dari sampah rumah tangga hasil keasi warga usai rapat koordinasi Adipura. (Foto: Adnan)

“Camat dan lurah yang di wilayahnya ada jalan dan saluran air yang menjadi titik pantau penilaian Adipura agar menjaga kebersihannya, nanti kita akan evaluasi hasil kerjanya,” kata Bupati Maros saat memimpin rapat koordinasi Adipura di aula kantor Bupati Maros, Selasa (19/2/2013).

Ditambahkan, selain camat dan lurah, kepala lingkungan dan ketua RT (rukun tetangga) juga harus terlibat dalam program kebersihan ini, kalau tidak, honornya akan kita tahan. Ucapan itu disambut tepuk tangan 200-an peserta rapat yang dihadiri warga, tokoh masyarakat, ormas, dan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros.

Untuk mempertegas hal itu, Bupati Maros didampingi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maros, AS Chaidir Syam bahkan meminta para camat, lurah, dan kepala SKPD menandatangani pakta integritas (perjanjian) untuk bekerja maksimal agar kebersihan lingkungannya terjaga.

“Piala Adipura bukan tujuan utama kita, yang kita utamakan adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemkab Maros A Davied Syamsuddin mengatakan, untuk kebersihan, Maros sudah mempunyai nilai yang cukup tinggi. Namun untuk pengelolaan sampah, pemilahan sampah, dan fungsi pohon peneduh, Maros masih memiliki nilai yang rendah.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Maros Hj Suraida Hatta, mengatakan, pengelolaan sampah  harus dibuat secara berkelanjutan meski tidak dalam penilaian Adipura.

PKK Maros sudah lama memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi kerajinan tangan yang berguna seperti tas, mainan anak, dan pajangan rumah tangga.

Hasil kerajinan berbahan dasar dari sampah rumah tangga itu diantaranya dibuat menjadi tas, dompet, sandal, mainan, hiasan dan lainnya. (Alim)

Tags: Kebersihan, Lingkungan Hidup


    ervin_128 / Reply

    selamat menjalankan aktifitas

    Muh.Yasir. / Reply

    Adatongeng siap menyongsong Piaia Adipura.
    ketua RT.B Perumnas Tumalia

Leave a Reply

Kabar Terbaru