Potensi Perdagangan

Sektor perdagangan merupakan salah satu bagian dari sistem mata rantai perekonomian suatu wilayah yang pengaruhnya sangat kuat terhadap perkembangan dan pertumbuhan wilayah baik secara internal dan eksternal. Kabupaten Maros merupakan zona pengembangan perikanan dan kelautan di Sulawesi Selatan, selain sebagai pusat pabrik Semen Bosowa. Jika dikaji dari aspek pasar, maka beberapa komoditi yang ada di Kabupaten Maros memiliki prospek pemasaran yang relatif baik. Untuk melihat keunggulan komoditas dari segi peluang pasar, maka dapat dilakukan pengelompokan sebagai berikut;

Komoditas strategis penghasil makanan pokok yang sangat dibutuhkan dan masih perlu dipertahankan serta ditingkatkan lagi produksinya di masa mendatang diantaranya padi sawah.

Komoditas substitusi impor yang memiliki keterkaitan dengan sektor lain terutama industri dan peternakan, dengan tingkat konsumen serta permintaan dalam negeri cukup tinggi, tetapi masih perlu mengimpor dari luar negeri.

Komoditas utama ekspor penghasil devisa disamping untuk konsumen dalam negeri, salah satu komoditas seperti ini yang telah mulai dikembangkan di Kabupaten Maros adalah sektor perikanan; misalnya udang windu, rumput laut, dan hasil laut lainnya.

Komoditas yang memiliki potensi dan pangsa pasar yang baik serta memiliki keterkaitan kuat dengan industri kecil rumah tangga berupa; kelapa dan kacang tanah, serta bahan galian C.

Komoditas eksport yang produksinya masih rendah dan perlu dipelajari peluang pengembangannya antara lain; jambu mente, kemiri, dan coklat.

Komoditas untuk pasar lokal dan regional dalam negeri, antara lain; ikan bandeng, ternak sapi, ternak ayam petelur, buras, dan pedaging.

Komoditas untuk pasaran dalam negeri yang belum banyak diusahakan atau masih memerlukan kajian mendalam, antara lain; jasa-jasa pariwisata dan pengembangan berbagai obyek dan daya tarik wisata di Kabupaten Maros.

Pada prinsipnya, semua kelompok komoditas diatas cukup penting serta memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan. Sebagian besar komoditas yang ada sudah berkembang secara alamiah dan didukung oleh program dan proyek pemerintah daerah. Namun, penajaman program dan proyek sangat diperlukan mengingat beberapa pertimbangan dan alasan. Pertama,  pengembangan komoditas saat ini harus diarahkan untuk mengejar aspek keunggulan untuk mampu bersaing dipasaran internasional  disamping untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kedua, dengan terbatasnya anggaran pemerintah, maka diperlukan adanya penentuan skala prioritas dari segi komoditas yang akan dikembangkan melalui dukungan program dan proyek dari pemerintah. Ketiga, investasi swasta perlu lebih diarahkan pada komoditas-komoditas yang memang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan pasar yang semakin global.

Sektor perdagangan merupakan salah satu bagian dari sistem mata rantai perekonomian suatu wilayah yang pengaruhnya sangat kuat terhadap perkembangan dan pertumbuhan wilayah baik secara internal dan eksternal. Wilayah Kabupaten Maros dengan letak geografis dan ketersediaan infrastruktur dan komunikasi yang memadai, menjadikan aksesibilitas dan distribusi (pengadaan dan penyaluran) barang dan pergerakan manusia terhadap kegiatan perekonomian sangat potensial. Peluang pengembangan sektor perdagangan harus dimanfaatkan dengan posisi strategis sebagai wilayah pendukung Mamminasata.

Kegiatan perdagangan dengan skala besar berdasarkan data yang diperoleh adalah kegiatan ekspor yang dilakukan oleh beberapa perusahaan di Kabupaten Maros, meliputi ekspor kancing, kayu jati, dan marmer yang kesemuanya diproduksi secara lokal. Adapun kegiatan perdagangan potensi produksi wilayah lainnya adalah semen yang masih masuk tahap perdagangan antar pulau maupun antar daerah. Kegiatan ekspor yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Kabupaten Maros mencakup 9 (sembilan) negara dengan nilai ekspor terbanyak adalah ekspor kayu jati. Sedangkan  untuk perdagangan semen Bosowa umumnya diorientasi untuk pemenuhan kebutuhan bagi wilayah di Kawasan Timur Indonesia (KTI).