5:30 am - Wednesday October 22, 2014 | Versi Beta 0.5

Mutasi dan Promosi Pejabat Pemkab Maros

Maros – Sebanyak 85 pejabat eselon II, III dan IV lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros dilantik oleh Bupati Maros HM Hatta Rahman di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Jumat (24/1/2014). Pelantikan ini merupakan yang pertama kali dilakukan untuk tahun 2014.

Pelantikan

Bupati Maros HM Hatta Rahman melantik dan mengambil sumpah pejabat Pemkab Maros. (Foto: Ilham)

Dalam pelantikan ini, ada pergeseran jabatan dan promosi. Pejabat eselon II yang bergeser ada tiga orang yakni Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Andi Dainuri yang dimutasi menjadi Staf Ahli bidang Ekonomi dan Keuangan, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Thamrin Gassing yang menduduki jabatan Kepala Bappeda serta Asisten Ekonomi Pembangunan, Mustafa menjadi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi.

Sedangkan untuk eselon III, ada 18 pejabat yang dirolling seperti Camat Mandai, Erhan yang digeser menjadi Camat Lau, Camat Bontoa, Rijal Kadir dimutasi ke Camat Maros Baru, dan sekretaris Dinas Pendidikan DR Nasiruddin Rasyid yang dimutasi ke Kepala Bagian Mental dan Spiritual Sekretariat Daerah Maros.

Kemudian pejabat eselon IV yang dimutasi sebanyak 64 orang. 19 diantaranya merupakan staf dibeberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mendapat jabatan promosiĀ  dan menduduki jabatan kepala sub bagian maupun kepala seksi.

Bupati Maros HM Hatta Rahman menuturkan, mutasi dan pelantikan ini merupakan upaya penyegaran dilingkup Pemkab Maros. Penentuan pejabat sebelum menduduki suatu jabatan dilalui dengan seleksi dan berbagai tes seperti tes kompetensi dan ujian khusus.

Dari tes ini kemudian dilihat seorang pejabat memiliki kemampuan dibidang apa sehingga penempatan jabatan bukan karena pimpinan suka atau tidak suka.

“Saat tes kompetensi seorang PNS diberikan kesempatan untuk menunjuk jabatan apa yang dikehendaki, tapi tidak serta merta kita langsung kabulkan. Nah, kemarin itu ada 51 orang yang assessment-nya tidak cocok, misalnya pangkatnya belum sampai untuk menduduki jabatan tersebut atau jabatan yang dikehendaki masih diisi orang lain,” jelasnya. (Alfi)

Filed in: Headline, Pemerintahan

No comments yet.

Leave a Reply